Tantangan Generasi Z dan Generasi Strawberry di Dunia Kerja

 Dunia kerja terus mengalami transformasi signifikan seiring perubahan zaman dan perkembangan teknologi. Dua kelompok generasi yang saat ini mulai mendominasi pasar kerja adalah Generasi Z dan yang sering dijuluki Generasi Strawberry . Meski sering disamaratakan, penting untuk memahami bahwa istilah Generasi Strawberry biasanya ditujukan pada anak muda yang dianggap mudah rapuh, cepat menyerah, dan terlalu sensitif terhadap tekanan—terlepas dari kelompok usia tertentu, namun sering kali mengarah pada sebagian dari Generasi Z dan milenial muda. Karakteristik Generasi Z dan Generasi Strawberry Generasi Z (lahir sekitar 1997–2012) tumbuh dalam lingkungan digital yang sangat maju. Mereka adaptif terhadap teknologi, kreatif, dan cenderung menginginkan keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi. Mereka juga mengutamakan makna dalam pekerjaan dan kecepatan dalam mencapai hasil. Sementara itu, Generasi Strawberry mendapatkan julukan tersebut karena dianggap "cantik di luar tap...

Sejarah Jalan Ijen Kota Malang, Jejak Kolonial dalam Nuansa Tropis


 Jalan Ijen, atau sering disebut Ijen Boulevard, merupakan salah satu kawasan paling bersejarah dan ikonik di Kota Malang, Jawa Timur. Keindahan arsitekturnya yang khas, rindangnya deretan pohon palem, serta nuansa kolonial yang kental, menjadikan jalan ini tidak hanya sebagai jalur transportasi, tetapi juga sebagai warisan budaya kota.

Jalan Ijen dibangun pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, tepatnya dimulai sekitar tahun 1935. Pembangunan kawasan ini merupakan bagian dari perencanaan kota modern yang dirancang oleh seorang arsitek dan perencana kota terkenal asal Belanda, Ir. Herman Thomas Karsten.

Karsten merancang Ijen Boulevard sebagai kawasan pemukiman elit bagi kaum Belanda dan pejabat tinggi kolonial. Dengan konsep "Garden City" atau kota taman, kawasan ini memadukan unsur estetika, kenyamanan, dan keharmonisan dengan alam. Lebar jalan yang besar, trotoar yang luas, dan taman di tengah jalan menjadi ciri khas yang bertahan hingga sekarang.

Di sepanjang Jalan Ijen berdiri bangunan-bangunan megah bergaya kolonial dengan sentuhan art deco dan tropis. Rumah-rumah ini dulunya ditempati oleh pejabat pemerintah, pemilik perkebunan, dan tokoh-tokoh penting masa Belanda. Banyak dari bangunan tersebut masih berdiri dan dipelihara hingga kini, beberapa bahkan dialihfungsikan menjadi institusi pendidikan, perkantoran, dan rumah dinas.

Setelah Indonesia merdeka, kawasan Jalan Ijen tetap dipertahankan sebagai salah satu pusat kegiatan dan pemukiman elit di Malang. Pemerintah kota menjaga keaslian dan nilai sejarahnya dengan berbagai kebijakan konservasi. Beberapa bangunan tua dijadikan cagar budaya, sementara fungsi jalan tetap dipertahankan sebagai ruang publik yang representatif.

Kini, Jalan Ijen tidak hanya dikenal karena nilai sejarahnya, tetapi juga sebagai ruang publik yang aktif dan dinamis. Setiap hari Minggu pagi, kawasan ini menjadi area Car Free Day, di mana warga bisa berolahraga, berjalan kaki, atau sekadar bersantai menikmati suasana. Event tahunan seperti Malang Tempo Doeloe juga sering digelar di sepanjang jalan ini untuk mengenang masa lalu kota dan merayakan identitas Malang.

Jalan Ijen merupakan saksi bisu perjalanan Kota Malang dari masa kolonial hingga era modern. Ia bukan sekadar ruas jalan, tetapi ruang hidup yang menyimpan sejarah, budaya, dan identitas kota. Bagi wisatawan maupun warga lokal, berjalan di sepanjang Jalan Ijen adalah seperti menjelajahi halaman-halaman sejarah yang masih hidup di tengah kota.

Komentar